BendaYang Bisa Menyerap Bunyi 26 June 2022; Home / Coretan Terbaik 1 / Berikut Potensi Ancaman Yang Dihadapi Nkri Dari Dalam Negeri Kecuali. Berikut Potensi Ancaman Yang Dihadapi Nkri Dari Dalam Negeri Kecuali. Komponenutama untuk menghadapi ancaman non militer ini adalah lembaga pemerintah di luar bidang pertahanan sesuai dengan bentuk dan sifat ancaman yang dihadapi, dengan di dukung oleh unsur-unsur lain dari kekuatan bangsa. Contoh lembaga pemerintah yang menghadapi ancaman non militer yaitu : Polisi, KPK, DPR, Satpol PP dan lain sebagainya. sejarahpendidikan kewarganegaraan Bersatu I PENDAHULUAN • Latar Belakang Pendidikan pada hakekatnya adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia serta keterampilan yang diperlukan pelanggarhukum di dalam negeri maupun para aktor yang masuk jaringan kejahatan lintas negara. adalah berdasarkan tingkat ancaman di ALKI dan korelasinya terhadap integritas dan kedaulatan NKRI, yaitu sebagai berikut : Potensi ancaman di.., Syarif Thoyib, Program Pascasarjana, 2009 Hanya TNI Angkatan Laut yang memiliki daya tangkal Dilansirdari Ensiklopedia, salah satu potensi ancaman yang dihadapi nkri dari dalam negeri antara lain penyalahgunaan narkoba. berikut upaya penanggulangan penyebaran narkoba yang lebih efektif adalah memberikan alternatif aktivitas yang bermanfaat dan penjelasan bahaya narkoba. Itulahtadi jawaban dari Berikut merupakan ancaman-ancaman yang datang dari luar negeri, kecuali?, semoga membantu. Kemudian, Pak Guru sangat menyarankan siswa sekalian untuk membaca pertanyaan selanjutnya yaitu tekanan uap jenuh larutan berbanding lurus dengan dengan penjelasan jawaban dan pembahasan yang lengkap. PengertianAncaman. A.Peristiwa G30 SPKI. B.Gerakan Terorisme. C.Gerakan Radikal. Indonesia merupakansa salah satu negara yang memiliki suatu peran penting di dunia. Dari segi Geografis, Indonesia yakni merupakan negara dengan wilayah atau posisi yang strategis dan potensial. Karena sebab itu negara Indonesia mendapatkan cukup banyak ancaman Liputan6com, Jakarta Pengertian ketahanan nasional adalah kondisi dinamis suatu bangsa yang berisikan keuletan dan ketangguhan dalam menghadapi serta mengatasi segala bentuk ancaman, gangguan ataupun hambatan dari dalam maupun luar negeri. Ketahanan berbeda dengan pertahanan. Pertahanan merupakan upaya perkuatan ketahanan antara lain dengan membentuk angkatan bersenjata yang kuat, memelihara yEtjDn. Web server is down Error code 521 2023-06-13 172922 UTC Host Error What happened? The web server is not returning a connection. As a result, the web page is not displaying. What can I do? If you are a visitor of this website Please try again in a few minutes. If you are the owner of this website Contact your hosting provider letting them know your web server is not responding. Additional troubleshooting information. Cloudflare Ray ID 7d6c0e2e2c1d0c2d • Your IP • Performance & security by Cloudflare Meskipun Indonesia sudah merdeka, namun potensi perpecahan masih sering terjadi. Hal ini terjadi karena belum stabilnya kondisi politik dan pemerintahan saat itu. Potensi yang dihadapi NKRI dari dalam negeri salah satunya adalah disintegrasi bangsa yang dilakukan melalui gerakan-gerakan separatis berdasarkan sentimen kesukuan atau pemberontakan akibat ketidakpuasan daerah terhadap kebijakan pemerintah pusat. Seperti beberapa peristiwa disintegrasi bangsa yang pernah terjadi setelah kemerdekaan Indonesia diantaranya pemberontakan PKI 1948, pemberontakan APRA, pemberontakan DI/TII, Pemberontakan Andi Aziz, pemberontakan RMS, pemberontakan PRRI/Permesta dan lain sebagainya. Dengan demikian, potensi ancaman dari dalam negeri yang dihadapi Negara Kesatuan Republik Indonesia diantaranya adalah adanya potensi disintegrasi bangsa. Jadi, jawaban yang tepat adalah A. Ancaman merupakan usaha-usaha yang membahayakan kedaulatan negara, keselamatan bangsa dan negara. Potensi ancaman yang dihadapi NKRI dari dalam negeri, antara lain a. Disintegrasi bangsa, melalui gerakan-gerakan separatis berdasarkan sentimen kesukuan atau pemberontakan akibat ketidakpuasan daerah terhadap kebijakan pemerintah pusat. Gerakan sparatis ini terjadi di beberapa daerah antara lain di Papua, Maluku, Aceh, Poso. Separatisme atau keinginan memisahkan diri dari negara kesatuan Republik Indonesia jika tidak diketahui akar permasalahannya dan ditanggani secepatnya akan membuat keutuhan negara Republik Indonesia terancam b. Keresahan sosial akibat kesenjangan ekonomi dan ketimpangan kebijakan ekonomi serta pelanggaran Hak Azasi Manusia yang pada gilirannya dapat menyebabkan huru hara/kerusuhan massa. c. Upaya penggantian ideologi Pancasila dengan ideologi lain yang ekstrim atau tidak sesuai dengan jiwa dan semangat perjuangan bangsa Indonesia. d. Makar atau penggulingan pemerintah yang sah dan konstitusional. e. Munculnya pemikiran memperluas daerah otonomi khusus tanpa alasan yang jelas, hingga persoalan-persoalan yang muncul di wilayah perbatasan dengan negara lain f. Pemaksaan kehendak golongan tertentu berusaha memaksakan kepentingannya secara tidak konstitusional, terutama ketika sistem sosial politik tidak berhasil menampung aspirasi yang berkembang dalam masyarakat. g. Potensi konflik antar kelompok/golongan baik perbedaan pendapat dalam masalah politik, konplik akibat pilkada maupun akibat masalah SARA h. Melakukan Kolusi, Korupsi dan Nepotisme sangat merugikan negara dan bangsa karena akan mengancam dan menghambat pembangunan nasional i. Kesenjangan ekonomi, pemerataan pendapatan yang tidak adil antarkelompok dan antardaerah. j. Penyalahgunaan narkoba, pornografi dan pornoaksi, pergaulan bebas, tawuran, dan lain-lain. Selain ancaman yang telah disebutkan di atas, ada juga ancaman yang lainnya yaitu cara pengambilan keputusan melalui pengambilan suara terbanyak pun yang dianggap sebagai cara yang paling demokratis dalam menyelesaikan perbedaan pendapat seringkali menimbulkan rasa tidak puas bagi pihak yang ”kalah”, sehingga mereka memilih cara pengerahan massa atau melakukan tindak kekerasan untuk memaksakan kehendaknya