Masyarakatyang berada di daerah pesisir hidup dari perdagangan dan pelayaran. Pada masa itu perdagangan dan pelayaran berkembang pesat. Politik Luar Negri Menguasai kerajaan Melayu serta melemahkan posisi Kerajaan Sriwijaya di Selat Malaka. Menguasai Bali [1284 M] Menguasai jawa barat [1289 M] Menguasai Malaka [ Pahang] dan Tanjung Pura BacaJuga: Sejarah Kerajaan Maritim Hindu-Buddha (Kutai, Tarumanegara, Kalingga) Seperti yang disebutkan dalam Prasasti Ligor yang ditemukan di Ligor, pangkalan kerajaan Sriwijaya berfungsi untuk mengawasi perdagangan di Selat Malaka. Hingga abad ke-8 M, kerajaan Sriwijaya berhasil menguasai jalur perdagangan di Asia Tenggara. 4. Perdagangan di Kerajaan Sriwijaya mengalami kemajuan yang pesat terutama karena . A. Runtuhnya peranan pelabuhan Malaka B. Ramainya perdagangan di Selat Malaka C. Letaknya strategis di tepi Selat Malaka D. Daerah kekuasaannya sangat luas” Perdagangansangat erat kaitannya dengan perkembangan masyarakat yang bersangkutan. Makin kompleks suatu masyarakat maka makin kompleks pula tata cara perdagangannya. Pada rentang abad ke-7 hingga abad ke-9, kerajaan besar di Nusantara yang ikut andil dalam Perdagangan Internasional yaitu Kerajaan Sriwijaya.Pada saat itu Kerajaan Sriwijaya Jalurjalur pelayaran dan jaringan perdagangan Kerajaan Sriwijaya dengan negeri-negeri di Asia Tenggara, India, dan Cina terutama berdasarkan berita-berita Cina telah dikaji, antara lain oleh W. Wolters (1967). Dengan demikian aktivitas perdagangan dan pelayaran di Samudra Hindia semakin ramai. Peningkatan pelayaran tersebut berkaitan erat KesultananMelaka atau Kesultanan Malaka adalah sebuah Kerajaan Melayu yang pernah berdiri di Melaka, Malaysia.Kerajaan ini didirikan oleh Parameswara, kemudian mencapai puncak kejayaan pada abad ke 15 dengan menguasai jalur pelayaran Selat Melaka, sebelum ditaklukan oleh melaka tahun 1511.Kejatuhan Malaka ini menjadi pintu masuknya kolonialisasi Eropa di 7 Prasasti Talang Tuo. Prasasti Talang Tuo berangka tahun 606 Saka (684 M) dan ditemukan di sebelah barat kota Palembang di daerah Talang Tuo. Isi prasasti ini menyebutkan tentang pembangunan sebuah taman yang disebut srikerta yang buat oleh Dapunta Hyang Sri Jayanaga. Baca juga: Sumber Sejarah Kerajaan Kutai Sumber Sejarah Kerajaan Sriwijaya dari KerajaanJawa, Majapahit, segera mendominasi panggung politik Indonesia. Faktor penyebab runtuhnya kerajaan Sriwijaya adalah: Serangan Rajendra Chola I Pada tahun 1017 dan 1025 membuat luluh lantak kerajaan sriwijaya. Melemahnya Sriwijaya dimanfaatkan oleh taklukannya melepaskan diri. Daetah basis ekonomi kerajaan sriwijaya lepas satu persatu. SeranganMalaka terhadap Sequeira dan anak buahnya memicu kemarahan orang Portugis. Portugis kemudian mengirim Gubernur Portugis di India, yaitu Alfonso d' Albuquerque. Ia berangkat dari Goa pada bulan April 1511 menuju Malaka dengan kekuatan kira-kira 1.200 orang dan 17-18 kapal. Perang antara Malaka dan Portugis tidak dapat dihindari lagi. Aktivitasperdagangan di Selat Malaka pada waktu itu didominasi oleh pedagang Islam. Mereka hanya melakukan aktivitas perdagangan pada Bandar-bandar perdagangan islam. Untuk it, Paramisora memutuskan untuk menganut agama islam. Ia mengganti namanya menjadi Iskandar Syah dan menjadikan Kerajaan Malaka sebagai kerajaan Islam DqHVBXw. YouTube Perdagangan di Kerajaan Sriwijaya mengalami kemajuan yang pesat - Pada abad ke-7 M, kerajaan Sriwijaya yang bercorak Buddha berhasil menguasai jalur perdagangan di Selat Sunda, Selat Malaka, Selat Bangka, dan Laut Jawa. Kerajaan Sriwijaya terletak di tepian Sungai Musi, di daerah Palembang, Sumatera Selatan dan banyak memberi pengaruh di nusantara. Kerajaan Sriwijaya mencapai puncak kejayaan ketika diperintah oleh Raja Balaputradewa, yang berkuasa pada abad ke-9. Pada masa kejayaannya, Sriwijaya mengontrol perdagangan di jalur utama Selat Malaka dan daerah kekuasaannya meliputi Kamboja, Thailand Selatan, Semenanjung Malaya, Sumatera, dan sebagian Jawa. Selain itu, kebesarannya juga dapat dilihat dari keberhasilannya di beberapa bidang, seperti bidang maritim, politik, dan ekonomi. Dalam Bahasa Sanskerta, Sriwijaya berasal dari kata sri yang berarti cahaya dan wijaya yang artinya kemenangan. Jadi, arti Sriwijaya adalah kemenangan yang gemilang. Kerajaan ini mampu menguasai lalu lintas pelayaran dan perdagangan dari Selat Malaka Selat Sunda, hingga Laut Jawa. Baca Juga Jadi Saksi Keberanian Kerajaan yang Pernah Tantang Kerajaan Sekelas Majapahit, Konon Inilah Lokasi Perang Bubat di Mana Kerajaan Sunda Berani Melawan Majapahit Baca Juga Pantas Saja Jadi Kerajaan Terkuat yang Pernah Ada, Ternyata Segini Banyak Kapal Perang Buatan Majapahit, Lebih Banyak dari Jumlah Kapal Angkatan Laut Indonesia Sekarang! Letak Sriwijaya yang cukup strategis mendorong interaksi antara Sriwijaya dengan kerajaan di luar Nusantara, seperti kerajaan Nalanda dan kerajaan Chola dari India. Selain dengan India, Sriwijaya juga melakukan hubungan baik dengan pedagang-pedagang dari Tiongkok yang sering singgah. PROMOTED CONTENT Video Pilihan - Kerajaan Sriwijaya adalah kerajaan bercorak Buddha yang didirikan oleh Dapunta Hyang Sri Jayanasa pada abad ke-7. Kerajaan Sriwijaya terletak di tepian Sungai Musi, di daerah Palembang, Sumatera Selatan. Pada masanya, kerajaan maritim ini banyak memberi pengaruh di Sriwijaya mencapai puncak kejayaan ketika diperintah oleh Raja Balaputradewa, yang berkuasa pada abad ke-9. Pada masa kejayaannya, Sriwijaya mengontrol perdagangan di jalur utama Selat Malaka dan daerah kekuasaannya meliputi Kamboja, Thailand Selatan, Semenanjung Malaya, Sumatera, dan sebagian Jawa. Selain itu, kebesarannya juga dapat dilihat dari keberhasilannya di beberapa bidang, seperti bidang maritim, politik, dan Bahasa Sanskerta, Sriwijaya berasal dari kata sri yang berarti cahaya dan wijaya yang artinya kemenangan. Jadi, arti Sriwijaya adalah kemenangan yang gemilang. Setelah beberapa abad berkuasa, Kerajaan Sriwijaya mulai mengalami kemunduran pada abad ke-11. Baca juga Sejarah Berdirinya Kerajaan Sriwijaya Sejarah awal Kerajaan Sriwijaya Dari prasasti prasasti Kerajaan Sriwijaya, yaitu Prasasti Kota Kapur, diketahui bahwa kerajaan ini berdiri pada abad ke-7 dan pendirinya disebut Dapunta Hyang Sri Jayanasa. Peran kerajaan sriwijaya ialah menjadi bandar dagang terbesar diasia tenggara serta menjadi pusat penyebaran agama budha diasia tenggara. dengan menjadi kerajaan nasional terbesar menjadikan kerajaan sriwijaya menjadi negara maritim yang memiliki armada laut yang kuat dan menguasai jalur dan bandar dagang yang strategis