Apayang perlu anda lakukan setelah Anda memiliki materinya? jawabannya adalah menjualnya. Untuk menjual program kursus, tidak bisa begitu saja seperti jualan sembako. Ada teknik yang perlu Anda pelajari seperti: "Funelling", "A-I-D-A", mendatangkan calon siswa secara 'organik' maupun berbayar (Facebook, Instagram, Google Ads), dll.
Agarposter yang kita buat menjadi poster yang baik dan bena, kita perlu memperhatikan beberapa faktor, faktor apa saja yang perlu diperhatikan dalam pembuatan poster, berikut ulasannya. karena masih banyak ilmu yang harus kita pelajari diluar sana. Oleh karena itu poster diatas mengajak kita semua untuk sadar bahwa ilmu tidak hanya dapat
KenapaJurusan Ilmu Komunikasi. Jurusan Ilmu Komunikasi adalah jurusan yang menyenangkan, sebab tak hanya mempelajari teori, kamu juga akan mempraktekannya langsung misalnya saja pada praktek manajemen dan produksi televisi, radio, dan media cetak. Kamu akan mengetahui bagaimana proses produksi siaran televisi, radio, sampai media cetak.
Crhx. Adalah pemandangan yang kaprah di masyarakat, ilmu dibedakan menjadi ilmu agama dan ilmu umum. Pemahaman ini kemudian lebih dikuatkan dengan adanya pembagian sekolah yang disebut dengan sekolah umum dan sekolah agama atau yang lebih dikenal dengan para ulama tidak membagi ilmu dengan pembagian yang demikian. Bila membaca berbagai literatur akan didapati bahwa yang dibedakan oleh para ulama bukanlah jenis ilmunya, namun hukum mempelajarinya. Dalam kitab Ihya Ulûmid Dîn misalnya Imam Al-Ghazali membedakan ilmu menjadi ilmu yang fardlu ain hukumnya untuk dipelajari dan ilmu yang fardlu kifayah hukumnya untuk yang fardlu kifayah hukum mempelajarinya berarti tidak setiap orang Islam wajib mempelajari ilmu tersebut. Bila ada satu di antara mereka yang telah mempelajarinya maka itu sudah cukup menggugurkan orang Islam lain untuk mempelajarinya. Termasuk dalam kategori ilmu ini adalah ilmu hadis, ilmu tafsir, ilmu kedokteran, ilmu biologi dan lain sebagainya. Bila ada satu orang Islam yang mempelajarinya maka gugurlah kewajiban orang Islam lainnya untuk ilmu yang hukum mempelajarinya adalah fardlu ain maka ilmu ini tidak bisa tidak harus dipelajari dan dipahami oleh setiap individu Muslim. Tak ada celah bagi seorang Muslim untuk tidak mempelajari ilmu pada kategori ilmu apa saja yang hukum mempelajarinya termasuk dalam kategori fardlu ain?Menurut Syekh Zainudin Al-Malibari di dalam kitab Mandhûmatu Hidâyatil Adzkiyâ’ ilâ Tharîqil Auliyâ’, di mana kitab ini diberi penjelasan oleh Sayid Bakri Al-Makki dalam kitab Kifâyatul Atqiyâ’ wa Minhâjul Awliyâ’, bahwa ada 3 tiga ilmu yang wajib dipelajari oleh setiap orang Muslim dengan kewajiban fardlu ain. Ketiga ilmu itu adalah ilmu yang menjadikan ibadah menjadi sah, ilmu yang mengesahkan aqidah, dan ilmu yang menjadikan hati kitab itu Al-Malibari menuturkanوتعلمن علما يصحح طاعــة وعقيدة ومزكي القلب اصقلاهذا الثلاثة فرض عين فاعرفن واعمل بها تحصل نجاة واعتلاPelajarilah ilmu yang mengesahkan ketaatanmengesahkan aqidah serta mensucikan hatiKetiganya ini fardlu ain hukumnya, ketahuilahamalkanlah, maka terwujud keselamatan dan kehormatanInilah tiga ilmu yang setiap orang Islam wajib ilmu yang menjadikan sahnya ibadah kepada Allah adalah ilmu fiqih yang membahas tentang bagaimana semestinya seorang Muslim beribadah kepada Allah. Sebagai contoh, setiap Muslim wajib mempelajari ilmu tentang bagaimana caranya shalat yang benar dan baik. Juga ia wajib mempelajari berbagai ilmu yang berkaitan dengan keabsahan shalat, seperti caranya berwudlu, cara mensucikan berbagai macam najis, bertayamum, beristinja dan lain Muslim juga wajib mempelajari ilmu-ilmu yang berkaitan dengan ibadah-ibadah lain seperti puasa, zakat, haji dan lain sebagainya. Termasuk juga dalam kategori ini adalah ilmu muamalat, ilmu yang mengatur bagaimana semestinya seseorang melakukan berbagai macam kegiatan yang berhubungan dengan sesama manusia, seperti jual beli, sewa menyewa, penitipan, dan ini fardlu ain hukumnya untuk dipelajari mengingat amalan seseorang yang tidak didasari dengan ilmu maka amalan yang dilakukannya itu menjadi batal, tak diterima. Sebagaimana dituturkan Ibnu Ruslan dalam kitab Zubadوكل من بغير علم يعملأعماله مردودة لا تقبلSetiap orang yang beramal tanpa ilmuMaka amalnya tertolak, tak diterimaKedua, ilmu yang menjadikan aqidah atau kepercayaan seseorang menjadi benar sesuai dengan aqidah yang dianut oleh para ulama Ahlussunah wal Jama’ah. Dengan mempelajari dan memahami ilmu ini maka seseorang akan terjaga dari aqidah-aqidah yang rusak dan tidak benar seperti aqidah Mu’tazilah, Jabariyah, dan yang tidak mempelajari ilmu ini maka dikhawatirkan ia akan salah dalam memahami dan meyakini perihal bagaimana Allah dan berbagai permasalahan keimanan juga• Perihal Kewajiban Mempelajari Ilmu Tauhid• Wajibkah Orang Awam Belajar Argumentasi Ilmu Aqidah?Ketiga, ilmu yang menjadikan hati bersih dari berbagai macam akhlak yang jelek seperti riya, sombong, dengki, hasud dan berbagai macam penyakit hati lainnya. Ilmu ini wajib pula dipelajari oleh setiap orang Muslim mengingat perilaku orang tidak hanya apa yang dilakukan oleh anggota badan secara lahir namun juga perilaku-perilaku hati secara Bakri Al-Makki memberikan penjelasan masalah ini di dalam kitabnya Kifâyatul Atqiyâ’ wa Minhâjul Ashfiyâ’. Beliau menuturkan bahwa tak ada kelonggaran bagi seorang pun untuk tidak mengetahui ketiga ilmu tersebut. Inilah ilmu syariat yang bermanfaat. Tak cukup dengan memepelajari dan mengetahuinya saja. Orang yang telah mempelajarinya juga mesti mengamalkannya. Karena siapapun yang telah mengetahui ketiga ilmu ini tidak akan bisa selamat kecuali dengan untuk mendapatkan keselamatan di akherat kelak serta tingginya derajat di dunia dan akherat tak bisa lepas dari tiga hal keyakinan atau aqidah yang benar, ibadah yang benar, dan hati yang ini semestinya menjadi perhatian bagi setiap orang Muslim. Lebih-lebih semestinya menjadi perhatian bagi para orang tua untuk lebih mengutamakan ketiga ilmu tersebut bagi para anaknya. Sudah semestinya ketika anak-anak masih belum akil baligh setiap orang tua lebih mementingkan ketiga ilmu tersebut dibanding ilmu-ilmu lainnya. Ini dikarenakan ketika sang anak sudah menginjak masa akil baligh, yang artinya dia telah mukallaf dan menanggung setiap akibat perbuatannya, maka ia sudah harus melakukan berbagai macam tuntutan syariat yang akan memberinya pahala bila melakukannya dan memberinya dosa bila meninggalkannya. Untuk melakukan tuntutan syariat ini mau tidak mau ia harus telah memiliki dan memahami ilmu-ilmunya yang semestinya telah dipelajari sejak dari sampai dengan akil baligh sang anak belum tahu bagaimana semestinya beraqidah dan beribadah kepada Allah sehingga ia melakukan kesalahan, maka orang tua akan ikut menanggung akibat dari kesalahan tersebut, karena keteledorannya yang tak memberikan ilmu agama yang cukup saat sang anak masih belum salah memberikan berbagai macam ilmu ketika anak masih duduk di bangku sekolah dasar, sebelum anak akil baligh. Tetapi adalah kerugian yang besar bila orang tua tak memperhatikan dan tak memberikan ilmu yang cukup bagi anak untuk kelak ketika ia telah akil baligh berhubungan dengan Tuhan dan sesama makhluk dengan baik dan a’lam. Yazid Muttaqin
KH Hasyim Asyari Sebut 4 Ilmu yang Wajib Dipelajari Murid. Foto KH Hasyim Asyari JAKARTA - Hadratussyeikh KH Hasyim Asyari, dalam kitabnya yang berjudul Adab al 'Alim wa al-Muta'alim, menyebutkan bahwa setiap murid hendaknya memulai pada pelajaran yang sifatnya fardlu 'ain. Yaitu, belajar empat jenis ilmu, yaitu1. Murid harus mengetahui ilmu tauhid, ilmu yang membahas masalah ketuhanan. Sehingga, ia nanti akan berkeyakinan bahwa Allah SWT itu maujud, mempunyai sifat Qadim kekal, yang akan selalu tetap ada sampai kapan pun serta bersih dari sifat kurang dan mempunyai sifat sempurna. 2. Murid harus mengetahui sifat-sifat Allah, bahwa Allah itu mempunyai sifat-sifat dua puluh. Dalam hal ini, murid tahu yang Maha Tinggi itu mempunyai sifat Kuasa Quadrat, Berkehendak Iradat, sifat Ilmu Al'ilm, Hidup Hayat, Mendengar Sama', Melihat Bashar, dan Berbicara Kalam. Pada perkembangannya, seandainya murid bisa mengetahui dalil-dalil sifat Allah lebih dari apa yang dijelaskan oleh Alquran atau sunnah, maka hal itu lebih Ilmu Fikih, ilmu untuk mengetahui dan mengantarkan kepada ketaatan kepada Allah, seperti halnya cara-cara bersuci, shalat, dan puasa. Apabila murid itu mempunya harta melimpah, maka ia harus mempelajari ilmu yang berkaitan dengan harta tersebut. Ia tidak diperbolehkan mengamalkan suatu ilmu sebelum ia mengerti hukum-hukum Allah. 4. Ilmu tasawuf, yaitu ilmu yang menjelaskan tentang berbagai keadaan, makam, tingkatan, dan membahas rayuan dan tipu daya nafsu dan hal-hal yang berkaitan Hadratussyeikh KH Hasyim Asyari, secara keseluruhan, hal-hal di atas telah dibahas oleh Imam Al Ghazali dalam kitab Bidayat al Hidayah. Selain itu, juga Sayyid Abdullah bin Thahir dalam kitab Sullam at Taufiq. BACA JUGA Update Berita-Berita Politik Perspektif Klik di Sini
Menyoal Hadis tentang Ramadhan Sebuah Catatan untuk Ustadz Adi Hidayat Ilustrasi/Hidayatuna – Dalam sebuah hadist dikatakan bahwa طلب العلم فريضة على كل مسلم yang artinya menuntut ilmu itu wajib bagi setiap orang Islam laki-laki ataupun perempuan. Hadist ini jelas menyebutkan bahwa selama anda beragama Islam anda wajib menuntut ilmu akan tetapi ilmu apa yang wajib dipelajari agar keluar daripada tuntutan agama?Para ulama mengatakan bahwa yang wajib dipelajari adalah ilmu yang kita lakukan sehari-hari sebagai seorang muslim yang mana itu mencakup 4 berkaitan Aqidah yaitu apa saja yang wajib diyakini oleh setiap orang muslim dari sifat-sifat wajib bagi Allah dan Rasulnya atau yang lebih dikenal dengan Sifat 50 seperti yang ada dalam Aqidatul awam. Alhamdulillah masalah aqidah ulama-ulama nusantara tidak kurang-kurang menjelaskan hal berkaitan tentang ibadah yang setiap hari kita lakukan seperti salat, puasa, membaca Al-Qur’an yang artinya setiap orang mesti tau cara salat serta semua syarat dan rukunnya begitu pula jika ingin puasa atau zakat mesti belajar dahulu bagaimana perempuan wajib hukumnya belajar hukum Haidh dan berkaitan tentang pekerjaan sehari-hari. Maka orang yang berdagang mesti tau bagaimana cara berdagang agar tidak dianggap “Curang” oleh Syariat terutama pedagang emas, perhiasan dan penukaran Uang Money Changer ini mesti sangat berhati-hati karena memiliki syarat khusus diatas syarat jual-beli biasa yaitu mesti kontan, serah terima dimajlis kemudian sama beratnya jika sama jenisnya الحلول والتقابض والتماثل. Begitu pula seorang dokter mesti tau tentang hukum-hukum Islam terkait profesinya seperti mau berkholwat dengan pasien yang berlawanan jenis atau membuka aurat pasien untuk kepentingan medis. Jika dia tidak belajar sedangkan ada ust di kotanya maka setiap detik dosanya akan terus mengalir karena mengakhirkan belajar sesuatu yang wajib hal-hal terkait penyakit hati seperti apa itu hasut,iri, dengki dan sombong contohnya. Agar kita tidak terjerumus adalah kadar dari tasawuf yang mesti diketahui oleh semua orang Islam yang mana jika tidak mengetahuinya maka seseorang itu berdosa. Kadar dari hal-hal ini sangat mudah sekali untuk dipelajari sampai dulu saya ingin membuat daurah dalam ilmu fardhu ai’n selama 3 hari dalam spirit ” Belajar 3 hari Libur selamanya”.Ironisnya berapa banyak orang-orang hadir majelis setiap minggu akan tetapi ilmu tentang fardhul a’in jarang atau bahkan tidak pernah dibahas. Hanya tentang fadhoil, hikmah-hikmah, ijazah-ijazah bahkan cerita-cerita yang semacam ini tidak akan menjadikan orang yang hadir majelis keluar dari pada fardhu a’in. Wallahu A’lam.