Al-Qur’an di samping bersifat deskriptif, pada makna yang sesungguhnya adalah bersifat preskriptik ( memberikan ketentuan – ketentuan dan aturan – aturan ) dan selalu bertujuan demi kebaikan manusia, sehingga perlu untuk mengetahui dan memahami terhadap apa yang di maksud fitnah dan gibah. Kata Kunci: Fitnah, Gibah dan Al-Qur’an 1.
Sesuangguhnya gibah dan fitnah itu sangat dekat. Menurut Ustazd Tumiran, antara ghibah dan fitnah memang memiliki perbedaan yang sangat mendasar. Namun keduanya sangat dekat, sehingga baik ghibah maupun fitnah sama-sama menimbulkan keburukan. “Jika kita membicara orang lain dan dia tidak mengetahuinya, dan apa yang kita bicarakan itu adalah
Dan janganlah sekali-kali kebencianmu terhadap sesuatu kaum, mendorong kamu untuk berlaku tidak adil. Berlaku adillah, karena adil itu lebih dekat kepada taqwa. Dan bertaqwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang akamu kerjakan.” (QS. 5 : 8) 13. Tetap Menjaga Kesatuan Sebagai Umat Muslim Meskipun Sedang Mendapati Fitnah
Asy-Syuras: 221-223). Dari ayat-ayat Al-Qur'an dan hadis di atas, berikut ini adalah bahayanya fitnah: 1. Dapat memutus tali silaturahmi. Menjaga tali silaturahmi adalah sebuah kewajiban setiap orang yang beriman. Akan tetapi, fitnah bisa memutus ikatan silaturahmi tersebut karena menimbulkan suatu kesalahpahaman. 2.
„iqāb, dan fitnah. Pengertian dan cakupan maknanya berbeda-beda.11 Akan tetapi fokus kajian dalam skripsi ini adalah fitnah. Kata fitnah berasal dari kata fatana yang bermakna dasar „membakar logam emas atau perak untuk mengetahui kemurniannya‟. Kata ini dalam Al-Qur‟an terulang sebanyak 60 kali dengan aneka macam arti, sesuai dengan
Jelaskan Perbedaan Buhtan Dan Fitnah. Menista orang lain baik secara lisan maupun tulisan; Fitnah adalah jenis fitnah verbal. Perbedaan Ghibah Dan Fitnah Pendukung Ilmu from pendukungilmu.blogspot.com (1) “jika yang melakukan kejahatan pencemaran atau pencemaran tertulis dibolehkan untuk membuktikan apa yang dituduhkan itu benar, tidak membuktikannya, dan tuduhan dilakukan bertentangan
Ujaran kebencian ( bahasa Inggris: hate speech) adalah tindakan komunikasi yang dilakukan oleh suatu individu atau kelompok dalam bentuk provokasi, hasutan, ataupun hinaan kepada individu atau kelompok yang lain dalam hal berbagai aspek seperti ras, warna kulit, etnik, gender, cacat, [1] orientasi seksual, [2] warga negara, agama, dan lain-lain.
Mengutip buku Fatwa-Fatwa Kontemporer 2 karya Yusuf Al Qardhawi, berikut sejumlah hadits yang membahas tentang fitnah. 1. Pelaku Fitnah Mendapat Siksaan Pedih. Pelaku fitnah akan mendapat siksaan yang pedih di alam kubur nanti, Nabi SAW bersabda: "Sesungguhnya dua orang ahli kubur itu disiksa dan keduanya tidak disiksa karena dosa besar.
Kronologi Munculnya Fitnah Terhadap Aisyah Radhiyallahu ‘anha. Dr Akram Al Umari menerangkan secara ringkas kisah tersebut sebagai berikut: “Setelah orang-orang munafik gagal membangkitkan kembali fanatisme jahiliah, mereka menjadi kalap dan mencari-cari kesempatan untuk menyakiti Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam beserta keluarganya.
Lihatlah dunia di sekeliling kita hari ini. Zaman terasa ringkas, perputaran waktu begitu singkat, munculnya banyak fitnah dan amal saleh yang berkurang. Semuanya adalah tanda-tanda Kiamat yang pernah disampaikan Nabi Muhammad SAW dalam banyak riwayat Hadis. Artinya, saat ini kita sedang berada di akhir zaman yang dipenuhi banyak ujian, fitnah
mNMH.